Loading...
Superflu 2026 Merebak! Apa Yang Harus Kita Lakukan?
AdminKamis, 29 Jan 2026 Kategori : Kesehatan
Superflu 2026 H3N2
A
  
A

Baru kemaren rasanya kita selesai menghadapi pandemi virus covid 19, dan sekarang sudah muncul varian baru virus flu, yaitu Superflu A(H3N2).

Lalu apa itu Superflu?

Dikarenakan maraknya kasus influenza musiman yang disebabkan oleh varian A(H3N2) ini, maka muncullah istilah superflu. Namun tingkat ancamannya tidak semenyeramkan julukan nama virus ini. Julukan ini diberikan karena cepatnya proses penyebaran virus ini dan juga peningkatan kasus di banyak negara secara bersamaan. Varian ini sudah masuk dalam pantauan organisasi kesehatan dunia WHO. WHO juga menilai varian ini tidak memiliki tingkat ancaman yang membahayakan seperti covid 19.

Seperti apa gejalanya?

Mirip seperti gelaja umum dari virus flu yang sudah ada, Superflu atau influenza A(H3N2) subclade K umumnya menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Deman tinggi
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Tubuh terasa lemas
  • Sakit kepala dan nyeri otot

Bagaimana penyebarannya?

Virus influenza menyebar melalui percikan udara (droplet) ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah, hidung, atau mulut. Seperti penularan virus flu pada umumnya.

Apakah sama berbahanya dengan Covid19?

Tidak, virus ini tidak memiliki tingkat bahaya seperti virus Covid19. Ini terbukti dari protokol pengendalian wabah yang tidak rumit seperti protokol penanganan Covid19.

Apakah sudah mulai merebak di Indonesia?

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, virus ini terdeteksi di Indonesia pada Agustus 2025 melalui sistem surveilans ILI-SARI dan Whole Genome Sequencing (WGS). Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Provinsi dengan jumlah kasus tertinggi adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Lalu apa langkah pencegahannya?

Adapun langkah yang dilakukan Kemenkes RI bersama otoritas kesehatan adalah sebagai berikut:

  • Imunisasi Tahunan

    Vaksin influenza tahunan tetap direkomendasikan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta vaksin ini bisa mengurangi risiko sakit berat dan rawat inap.

  • Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
  • Cukupkan kebutuhan gizi.

Kesimpulan

Virus ini mendapatkan nama superflu lebih karena tingkat penyebarannya yang cepat, bukan karena tingkat bahaya yang tinggi seperti Covid19. Namun begitu, kita tetap harus menerapkan protokol standar kesehatan yang sudah ada. Karena efeknya tetap akan mengganggu kegiatan dan produktifitas pasien penderitanya. (WR)

Berita Terkait
Berita Populer